July 1, 2017

Alasan Pertama

Aku tidak mengerti banyak hal tentang menulis, yang kulakukan hanya menuangkan apa yang ada dipikiranku.

Tak peduli jika semua tulisan yang disini dianggap sampah, atau hanya kumpulan kata pembuang waktu saja tanpa ada manfaat yang bisa diambil.

Aku tak menginginkan banyak hal dari menulis. Inginku sederhana, agar dia membaca.

kutumpahkan setiap kalimat yang aku rasa dalam tulisan, karena aku sadar bahwa waktu tak mengijinkan kita bertatap lebih lama.

Aku menulis banyak hal karena aku percaya dia kan membacanya, mendengarkannya, menemaniku. Karena aku ingin dia juga percaya aku ada untuknya, aku membaca tulisannya, aku mendengarkannya, aku menemaninya.


Mengambil Sisi

Hal yang paling saya benci dari diri sendiri adalah tidak bisa mengambil sisi.
Takut menyakiti salah satu pihak, Takut menyudutkan satu pihak.
Saya benci melihat pertengkaran, dan lebih membenci lagi jika harus mengambil sisi.

Karena saya tak cukup percaya diri jika harus bertindak adil.

Banyak orang tak mengambil sisi, karena mampu menjelaskan mana yang nalar dengan nada yang pas.

Saya menyadari betul, saya tak punya kepercayaan diri untuk hal yang seperti ini.

Oleh karena itu jika ada pertikaian di depan saya, saya lebih banyak diam dalam tutur dan kalut dalam pikiran.

Tak hanya sekali saya terkena makian karena sikap pengecut ini. Tapi mengambil sisi bagi saya sungguh tidak mudah.

Saya menutup mata, berharap menit segera beralih menjadi hari, kita melupakan pertikaian yang terjadi. Esok kita jumpa, berbicara topik yang menghangatkan hari kita.

So, bee just wanna ask for forgiveness in head of time, in case I can't take anyside of you.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...