February 26, 2014

Berterus Terang.


Tanpa sadar banyak orang hidup dalam tekanan. Bukan karena beban terlalu berat, atau kekuatan tak memadai. Namun, karena tidak mau berterus terang. Hidup dalam kepura-puraan tak memberikan kenyamanan.

Bersikaplah apa adanya. Bila kita kesulitan, jangan tolak bantuan. Sikap terus terang membuka jalan bagi penerimaan orang lain.

Persahabatan dan kerja sama membutuhkan satu hal yang sama, yaitu keakraban di antara orang-orang. Keakraban tercipta bila satu sama lain saling menerima. Sedangkan penerimaan yang tulus hanya terujud dalam kejujuran dan terus terang.

Kepura-puraan itu bagaikan bunga mawar plastik dengan kelopak dan warna sempurna, namun tak mewangi. Meski mawar asli tak seindah tiruannya dan segera layu, kita tetap saja menyukainya. Mengapa ? Karena ada detak kehidupan alam disana.

" Hidup dalam kejujuran adalah hidup alami yang sejati. Hidup berpura-pura sama saja membohongi hidup itu sendiri. Kita bisa memilih untuk hidup apa adanya, dan berhak menginjakkan kaki di bumi ini. Atau, hidup berpura-pura dalam dunia ilusi. "

__ Mario Teguh

February 23, 2014

Suatu Pagi


Suatu pagi, mari bercerita dengan jeda. Iya, dengan jeda. Sorenya kita akan berjumpa dengan senyum yang sama, senyum merekah bahagia seperti biasa melanjutkan cerita hingga mentari esok pagi tiba, kemudian kita dipertemukan dengan jeda lagi, bertemu kembali lagi, begitu seterusnya. :)

Menyiapkan Energi


Apakah kau yakin kita hanya butuh tenaga dan keberanian ketika menghadapi masa yang akan datang? Lalu bagaimana dengan masa lalu? Setahuku kita juga harus menyiapkan diri kuat kita, ketika tiba-tiba kenangan tentang masa lalu muncul.

Ketika kamu mempersiapkan dirimu, berusaha sekuat yang kamu mampu untuk mencapai tujuanmu, yang kamu pikir terbaik buatmu. Kamu melakukan segalanya, rela berkorban apapun demi mendapatkan tujuan. Disaat yang seperti itu, kamu juga mempersiapkan diri untuk menerima kemungkinan yang terburuk bukan? Karena kadang saat hasil muncul tak sesuai dengan harapan, banyak hal yang harus lebih banyak siapkan, jangan sampai lengah dan kehabisan energi. Karena kita akan melakukan perjalanan yang baru lagi, harus lebih matang lagi.

February 2, 2014

Melihat Bintang



Semua yang aku inginkan memang terlalu banyak, termasuk melihat bintang bersama. ew :3 Dahulu pas SMA kelas tingkat pertama, ada suatu moment dimana tanpa sadar dalam keadaan mata tertutup aku dan teman-temanku sudah berada dipertengahan sawah. I was kinda not interest at that moment. Seperti biasa, karena itu adalah acara makrab junior senior, Senior mulai ngasih petuah, banyak banget sampek gag ada yang nyantol dikepala, *eh mianhe*. Salah satunya ada instruksi buat ngelihat langit, saat itu kita yang menginap didaerah pedesaan yang jauh alias minim terkena dampak polusi otomatis dapat melihat bintang itu kayak buah mangga yang lagi musimnya, alias banyak banget. cocok banget kalo pas saat itu dikasih judul: Langit Bertabur Bintang. Semua temen and senior kelihatannya excited berimajinasi bentuk gugus bintang inilah itulah, Nah, aku yang fool sih nganggep itu yaudah biasa aja, gag ada yang istimewa, banyak sih, suka sih, tapi saat itu kurang bersyukur dan ga smart juga jadinya yaudah malah sibuk mikir, kapan balik kiye, ditambah rasa parno kalo ngeliat bintang keatas trus kakiku diraba ular gimana coba, kalo ada tikus loncat, duh.. pokoknya engga nyante! Tapi setelah itu aku sadar, aku telah melewatkan moment yang berharga sodara-dara ! akkkkk nyesel! apalagi kalo pada cerita, "aku nemu bentuk love, deket bintang scorpio, kamu liat ga?" dan obrolan senada lainnya,dan yang pasti aku ga nyambung!

Sekarang jaman udah beda, udah sekitar 7 tahunan penyesalan itu hinggap. Sejak saat itu, melihat bintang jadi istimewa buat aku, apalagi momen kayak gitu bakalan jarang. Pertama, solanya bentuk arsitektur rumah orang tua saya bukan tipikal rumah yang bisa menjadikan saya bak aktris FTV yang dengan sendu dan cantiknya membuka jendela dan melihat bintang, beuh ketutup sama atap rumah: jangankan bintang, langit aja engga kelihatan heuheu. Kedua, ga mungkin donknya pas lagi malem, pas lagi ngidam liat bintang tetiba keluar rumah ke halaman liat bintang, deuh.. kalo mo dapet bonus ditemenin kucing atau makhluk sekitar + image miring oleh babe aku yaudah.. heuheu. Tapi beruntung terkadang aku masih bisa menikmati bintang kalo pas pulang kemaleman, ato lagi perjalanan sama temen, ahihi pinter-pinter ngambil beberapa detik waktu buat ngagumin ciptaan Allah SWT yang luar biasa blinknya, hehehe . I want to see the stars, I want to see the stars, I want to see the stars, together.

Menjadi Sempurna


Suatu hari, Khalil Gibran bertanya kepada gurunya.
Gibran : "Bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup..?"
Sang Guru : "Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah kembali kebelakang..!"
Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, Gibran kembali dengan tangan hampa..
Lalu Sang Guru bertanya : "Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun...???"
Gibran : "Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi aku tidak memetiknya, karena aku pikir mungkin yang di depan pasti ada yang lebih indah. Namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, dan aku pun tak bisa kembali kebelakang lagi..!"
Sambil tersenyum, Sang Guru berkata : "Ya, itulah hidup.. semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya.Karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tdk pernah ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita utk menerima kekurangan.."
  • Bila tak kuasa memberi, jangan mengambil.
  • Bila mengasihi terlalu sulit, jangan membenci.
  • Bila tak mampu menghibur orang, jangan membuatnya sedih.
  • Bila tak mungkin meringankan beban orang lain, jangan mempersulit/memberatkannya.
  • Bila tak sanggup memuji, jangan menghujat.
  • Bila tak bisa menghargai, jangan menghina.
"Jangan Mencari Kesempurnaan, Tapi Sempurnakanlah Apa Yang Telah Ada Pada Kita."

Koreksi Besar.

 
 
Judul Asli: Koreksi Kecil untuk Diri
oleh :Tyas Ayash, ODOJ385
Selasa, 28 Januari 2014 pukul 21.30

Sepulang mengajar saya jatuh dari motor, di tengah jalan. Karena jalan licin, dan mungkin juga saya yang sempat melamun. Alhamdulillah Allah masih melindungi saya dari musibah besar, saya tidak apa-apa hanya luka kecil saja, dan memang bukan tentang jatuhnya yang ingin saya ceritakan. Jadi, saya bercerita tentang pengalaman jatuh saya ini esoknya pada salah satu murid privat saya, sebut saja namanya Affan. Selesai bercerita dia nyeletuk seperti ini, "ah ka tyas kan bajunya panjang semua. Ga mungkin luka lah. iya kan ka?"

Melalui ucapannya saya seperti tersadar satu hal, betapa sebenarnya seorang manusia itu sangat naif. Dengan mudahnya murid saya yang masih kelas 8 SMP itu bilang bahwa saya tidak mungkin luka karena pakai baju yang tertutup padahal lutut saya nyatanya terluka meski hanya luka ringan. Hanya tidak terlihat saja.

Nah, disini poin nya, betapa sering kita menganggap apa yang dari luar terlihat kuat tidak akan pernah terluka di dalamnya. Sering kita dengan mudahnya berbicara yang menyakitkan lalu di ujung perkataan berkata 'hanya bercanda..' dan dengan naifnya berpikir bahwa orang tersebut tidak akan terluka hatinya hanya karena pada saat itu ia ikut tertawa.

Sering kita menyangka orang yang setiap harinya tersenyum tak pernah menangis, tak pernah sedih. Sering kita menduga orang yang kita cemooh ia tak pernah sedih bahkan tak boleh sedih hanya karena kita bilang itu kan hanya bercanda.

Ya, disinilah kita terlihat sangat naif. Di titik ini pula kita harus belajar untuk lebih peka terhadap perasaan manusia. Lebih belajar untuk memanusiakan manusia. Karena tidak selamanya tawa adalah ekspresi bahagia pun tak selamanya tangis itu melambangkan kesedihan. Cukup menjadi pelajaran agar kedepannya bisa  hati-hati dalam merasa, berkata dan berprasangka.

Karena yang kita hadapi itu manusia juga. Sama seperti kita. Bisa jadi ucapan atau sikap kita sebenarnya melukai hati saudari kita hanya tidak terlihat saja. Koreksi kecil untuk pribadi yang masih sering khilaf bersikap.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...