March 9, 2014

Momen Wisuda

Suatu ketika aku ikut bahagia atas mereka yang sedang berbahagia. berbahagia dalam momen wisuda. aku dan satu sahabatku tak berhenti tersenyum, hectic lari kesana kemari, foto sini-sana, ahh bahagia ! meskipun saat itu bukanlah kami yang diwisuda, tapi teman-teman kami, saat itu jumlah lulusan dari angkatan kami hanya 4 orang. ada yang ga bisa kita lupa saat desember itu: selesai berfoto ria dengan salah seorang teman perempuan, tidak tahunya dari belakang ada sesosok Ibu yang menghampiri kami, tepat dibelakangnya terdapat senyum kontras yang diekspresikan seorang ayah, "makasih ya mbak.. makasih ya mbak" kata Ibu itu sambil menyalami kami yang ternyata adalah Ibu dari temanku yang kami ajak berfoto tadi - , seketika kami bingung, bahagia, ikut terharu, aku dan sahabatku mulai babling mengucapkan ucapan terimakasih balik, ucapan selamat, serta do’a do’a ala jaman kami dengan polosnya, heuheu , bahagia, bahagia:’)

Saat itu juga aku dan sahabatku mulai berpikir, ahh pasti senang sekali ya kalo anaknya wisuda trus ternyata banyak temennya yang nyambut, :’) jadi inget momen penyesalan aq sama sahabatku itu, pas waktu wisudaan september, saat itu ada dua temen yang wisuda, pengen banget dateng tapi karena ngerasa ga punya temen jadi hanya berdiam diri dirumah, ahh menyesal sekali :3

dan momen maret kemarin, saat aku dan sahabatku beristirahat sejenak di mushola, sahabatku kemudian beropini: "kug punya kita ga ada tradisi rame nyambut wisuda ya tik?". Iya juga sih ya, paling yang dateng cuman temen sepermainan, kemudian kita mulai berbicara lagi tentang ingatan momen desember tentang Ibu teman saya waktu itu. Apalagi kalo liat jurusan lain, yang wisuda berapa yang nyambut sekelurahan :’) iya mungkin yang lain yang gak bisa dateng nyambut punya alasan yang lain, yang lebih urgent, hehehe.

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...