February 2, 2014

Koreksi Besar.

 
 
Judul Asli: Koreksi Kecil untuk Diri
oleh :Tyas Ayash, ODOJ385
Selasa, 28 Januari 2014 pukul 21.30

Sepulang mengajar saya jatuh dari motor, di tengah jalan. Karena jalan licin, dan mungkin juga saya yang sempat melamun. Alhamdulillah Allah masih melindungi saya dari musibah besar, saya tidak apa-apa hanya luka kecil saja, dan memang bukan tentang jatuhnya yang ingin saya ceritakan. Jadi, saya bercerita tentang pengalaman jatuh saya ini esoknya pada salah satu murid privat saya, sebut saja namanya Affan. Selesai bercerita dia nyeletuk seperti ini, "ah ka tyas kan bajunya panjang semua. Ga mungkin luka lah. iya kan ka?"

Melalui ucapannya saya seperti tersadar satu hal, betapa sebenarnya seorang manusia itu sangat naif. Dengan mudahnya murid saya yang masih kelas 8 SMP itu bilang bahwa saya tidak mungkin luka karena pakai baju yang tertutup padahal lutut saya nyatanya terluka meski hanya luka ringan. Hanya tidak terlihat saja.

Nah, disini poin nya, betapa sering kita menganggap apa yang dari luar terlihat kuat tidak akan pernah terluka di dalamnya. Sering kita dengan mudahnya berbicara yang menyakitkan lalu di ujung perkataan berkata 'hanya bercanda..' dan dengan naifnya berpikir bahwa orang tersebut tidak akan terluka hatinya hanya karena pada saat itu ia ikut tertawa.

Sering kita menyangka orang yang setiap harinya tersenyum tak pernah menangis, tak pernah sedih. Sering kita menduga orang yang kita cemooh ia tak pernah sedih bahkan tak boleh sedih hanya karena kita bilang itu kan hanya bercanda.

Ya, disinilah kita terlihat sangat naif. Di titik ini pula kita harus belajar untuk lebih peka terhadap perasaan manusia. Lebih belajar untuk memanusiakan manusia. Karena tidak selamanya tawa adalah ekspresi bahagia pun tak selamanya tangis itu melambangkan kesedihan. Cukup menjadi pelajaran agar kedepannya bisa  hati-hati dalam merasa, berkata dan berprasangka.

Karena yang kita hadapi itu manusia juga. Sama seperti kita. Bisa jadi ucapan atau sikap kita sebenarnya melukai hati saudari kita hanya tidak terlihat saja. Koreksi kecil untuk pribadi yang masih sering khilaf bersikap.

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...