November 12, 2013

be careful dear


Berpikir tentang kematian, seperti layaknya sebuah kesuksesan. Ibarat kata pepatah banyak jalan menuju roma, begitu pula banyak jalan menuju kematian.

Akhir-akhir ini sering sekali mendengar berita duka hanya karena hal-hal yang sepele:
- kecelakaan karena bermain HP saat berkendara
- kecelakaan karena kecepatan berkendara yang tak diperhitungkan.
- dst.

Kemarin sewaktu perjalanan pulang dari segoro gunung, kira-kira saat adzan maghrib sudah lewat beberapa menit saya melihat ada pengendara sepeda motor yang nampaknya tak memperhitungkan jarak lajunya dengan kendaraan lain, dan ketika sepeda motor shofi (saya dibonceng shofi, hekeke) tepat berada disamping sepeda motor tersebut, ternyata sang pengendara asik main dengan HPnya, kalau diliat sih sepertinya mahasiswi.

Bukannya apa-apa, mungkin diluar sana memang banyak orang hebat yang bisa bermain sms ria sambil mengendarai sepeda motor ataupun alat transportasi roda empat, dst. Tapi tak segelintir orang juga yang kehilangan nyawanya, hanya karena membalas sms yang konyol.

Kenapa sih tidak menepi saja, jika dirasa harus mengecek sms /HP /apapun itu saat berkendara?

Lalu kenapa sih, harus terkesan kamu cepat dalam berkendara, engga sabaran, keren dengan aksi ngebutnya padahal tidak ada hal yang mendesak yang perlu dilakukan ? Sampai-sampai masih lampu merah saja sudah pada ribut membunyikan klakson.

Iya sih, itu hidup kamu. Jadi ya terserah kamu dan hak kamu. Tapi, Kalau misal kamu meninggal seperti itu, apakah kamu tidak pernah berpikir bagaimana kesudahan sesudah meninggal?

bagaimana nasib orang tuamu?
Mungkin kamu berasal dari orang yang broken home, tapi bukan berarti kamu tidak mempunyai seseorang yg menyanyangimu kan?
Orang yang sering membantu pekerjaan rumahmu misalkan?

Atau bagaimana dengan sahabatmu?
Akan janggal rasanya buat mereka ketika personil melakukan hal yang bodoh telah berkurang? Kemudian melihat foto masa lalu seperti sebuah mimpi belaka..

Atau mungkin kamu single, bukan berarti ketika kamu meninggal tidak ada yang merasa kehilangan atas dirimu bukan? Bahkan bisa jadi ada segelintir orang yang rasanya sangat berat harus kuat menjalani keseharian tanpa kehadiran kamu..

Mungkin akhirnya mereka yang ditinggalkan akan terbiasa tapi waktu yang diperlukan tidaklah sebentar.

ditambah lagi amalan kebaikan kita semasa hidup, juga entah seberapa banyak :3
dan seterusnya...

Hidup dan Mati memanglah sebuah takdir, tapi kita masih bisa memilih, mau bagaimana menjalani dan mengakhiri takdir ini. Saya tak bermaksud menakuti, saya sendiri juga khawatir...

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...