September 3, 2013

Duduk di Jendela


Dari awal atau yang lebih tepatnya awal tahun ini, saya tahu bahwa rumah adalah tempat yang sebaik-baiknya untuk saya. Tapi nyatanya saya juga pernah terpesona dengan rumput tetangga, "lebih hijau" kalau kata pepatah. Memang benar saya sedang di rumah, tapi mata dan pikiran saya masih saja membayangkan, "aih subur sekali rumput tetangga", nampak sekali dihadapanku sang pemilik rumput bersungguh-sungguh, banyak sekali yang mengagumi rumputnya, tak cuman saya.

Ayah bilang setiap rumah tentulah punya macam-macam tantangan sendiri, mungkin tetangga apik menata rumputnya, sedangkan di rumah kita juga ada kelebihannya, pagar rumah gaya minimalis misalnya. Sama seperti sedang membangun rumah, tak mungkin bisa dikerjakan oleh satu orang saja bukan? ada orang yang pintar desain ruangnya, ada orang yang powerful bangun pondasinya, dan ada orang jeli ngatur duitnya. Harmoni. heuheu.

Tapi saya bukanlah anak ayah saya kalu tidak keras kepala. Setiap hari terkadang entah beberapa menit saya suka melihat perkembangan rumput tetangga, kadang jika nampak ada bunga rumput yang mulai muncul, saya terlalu antusias hingga berani duduk di jendela. I'm home but don't know where my minds go. Feeling so jealous. But choosing a home is not a game, choosing a home is about feeling comfortable in it and also you are going to get the blessing. No matter how far you go, at least you'll feel comfortable because you have a home that you can go. To me, this is not a simple story, and tonight, longer have incalculable how many times I strengthen my heart to say. I'm home. I'm home, Your little girl home, dad. :')

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...