July 27, 2013

waspadai sombong dalam diri



Pernahkah anda merasa secara tidak langsung anda telah berbuat sombong ?
Jika pernah merasa, hendaklah bersyukur karena setiap anda ingat telah berbuat sombong, anda akan langsung berishtighfar bukan (?) nah !
Contoh ada kasus seperti ini:
Apabila di bulan ramadhan ini masjid dan surau-surau tidak diragukan lagi pasti akan dipenuhi dengan orang-orang yang melaksanakan ibadah shalat tarawih. Sebut saja di masjid A, kebetulan sedang kedatangan Ustadz dari luar daerah, sehingga yang menjadi imam di masjid A adalah Ustadz dari luar daerah tersebut. Dan ternyata terdapat budaya /kebiasaan yang berbeda dengan tempat tinggal si Imam dengan makmum, sebut saja sang Imam membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang subhanallah panjang luar biasa ! dan akhirnya pun para jamaah sholat tarawih seperti jamaah yang sedang mengikuti sebuah kontes menuju babak final. alias semakin lama barisan shof semakin berkurang, karena banyak yang berguguran tak melanjutkan sholat berjama'ahnya. duh.
Nah sebut saja salah satu jama'ah yang bernama Bu Melati (*bukan nama sebenarnya) memutuskan untuk pulang terlebih dahulu, karena kebetulan kondisi kesehatannya juga kurang memungkinkan. Kemudian ada Jama'ah yang lain yakni sebut saja Bu Ajeng (*juga bukan nama sebenarnya), seusai sholat witir langsung berkumpul bersama Ibu-Ibu yang lain kemudian mulai membicarakan / ber su'udzon tentang Bu Melati. Dengan nada sombong yang ia tak sadari, ia meremehkan Ibu Melati, dan merasa kalau dia-lah yang paling alim karena dia mengikuti shalat jama'ah tarawih hingga sholat witir berakhir.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
"Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain."." (HR. Muslim no. 91).

An Nawawi rahimahullah berkata, “Hadist ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka, serta menolak kebenaran” (Syarah Shahih Muslim Imam Nawawi, II/163, cet. Daar Ibnu Haitsam)
Nah sayang sekali bukan, jika pahala yang didapat karena mengikuti sholat jama'ah harus tercemari oleh akibat dari meremehkan orang lain alias menyombongkan diri, merasa dirinya yang paling tinggi amalnya. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan yang menyombangkan diri alias merugi, aamiiin aamiiin aamiiin :')

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...