June 20, 2013

Romi dalam Sinetron



Hari itu tak bisa terbayangkan jika akhirnya Romi bersikukuh menikah dengan Aisyah, Rasa syukur terus membuncah, air mata kebahagiaan nampak jelas berlinang. Romi tahu betul jika ia menikah dengan Aisyah, maka Ia harus bersabar mungkin setahun, lima tahun atau entah kapan mereka bisa menimang buah hati, dikarenakan Aisyah mengalami suatu kondisi dimana janinnya tak sehat, kemungkinan kecil bisa mempunyai anak dari rahimnya sendiri.

Romi, berpikir itu tak masalah baginya jika Ia jadi menikahi Aisyah, baginya menjadi Imam untuk Aisyah sudah merupakan kehormatan yang sangat besar. Siapa yang tak ingin bersanding dengan Aisyah, Parasnya lembut, selembut hatinya. Seorang muslimah yang penuh kesabaran dan rendah hati meski ia telah divonis oleh dokter, bahwa kemungkinannya kecil untuk mempunyai anak dari rahimnya sendiri. Aisyah sudah jujur pada Romi, menyatakan bahwa Ia kemungkinan kecil bisa hamil. Tapi Romi malah semakin memantapkan niatnya saat itu, akhirnya Ijab qabul telah terucap.

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?” (Surah Al-Ankabut; ayat 2-3).


Singkat cerita Entah apa yang ada dipikiran oleh kedua orang tua Romi, mereka menyetujui pernikahan Romi dan Aisyah, tapi mereka senantiasa menyindir 'kekurangan' Aisyah, terang-terang an di depan Aisyah dan Ibunya.

Setiap wanita pasti menginginkan putra-putrinya lahir dari rahimnya sendiri, darah dagingnya sendiri. Aisyah juga sama. Tapi ia diberi kepercayaan yang lain oleh Allah SWT.

Suatu hari, Ibu Romi menyuruh Aisyah untuk mengikhlaskan Romi agar berpoligami. mengingat kondisi Aisyah yang entah bisa hamil atau tidak. Tapi Romi dengan tegas membela Aisyah:
"Bu, Ibu jangan terus-menerus memaksa Aisyah. Mungkin Aisyah nanti akhirnya bisa mengikhlaskan Romi untuk menikah lagi. Tapi bagaimana dengan Romi, Coba Ibu lihat Romi, Apakah Romi sanggup untuk menikah lagi. memang benar dalam kondisi seperti ini Romi diperbolehkan untuk berpoligami. Bahkan jika tidak dalam kondisi seperti ini pun, seorang lelaki boleh memiliki 2, 3 atau bahkan 4 istri jika mampu. Apakah Romi mampu?"

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...