September 6, 2012

Reuni [cerita satu]

Waktu memang telah berlalu sekian lama, sudah sekitar 6 tahun aku menyandang status alumni disana. Ini yang ketiga kali aku menampakkan batang hidungku disini, Tapi masih saja mata ini menikmati, memandang lekat-lekat setiap sudut bangunan yang sudah entah berapa kali direnovasi, ada yang hanya di perbaharui warna catnya, ada yang dibongkar dan dibangun desain yang baru lagi, menyesuaikan situasi dan kondisi. Maklumlah, karena resmi setiap jam 7 pagi, paling tidak akan ada seribu pasang kaki yang akan menginjakkan kakinya, menoreh jejaknya berawal dari tempat ini.

Haru biru campur aduk rasanya ketika masuk kesini membawa sebuah map bewarna merah muda berisi surat permohonan dan berbagai lampiran untuk diterima kuliah magang mahasiswa. Was-was deg-deg an, memang sih aku satu dari sekian ratus siswa yang saat itu mungkin mereka kenali, tapi masalahnya itu 6 tahun lalu, selama 72 bulan berlalu itu pula, aku tak pernah menginjakkan kaki disini, bukan kacang yang lupa kulitnya, tapi.. entahlah mungkin ini sudah takdir, 288 minggu berlalu kaki ini baru menemukan jalan untuk melangkah kesini.

Singkat cerita, aku diterima kmm disitu. Teringat pesan temanku dwi, katanya Pak Joko - Guru Matematika, selalu menanyakan keadaanku selepas aku lulus dari sekolah itu jikalau ada acara reuni anak-anak. Selepas bertemu Bagian kesiswaan aku dan temanku Dini, bermaksud melepas lelah sejenak duduk di koridor, Saat itu dari kejauhan kurasa sepertinya aku melihat sosok yang tak asing, sambil berlari aku memberi isyarat pada Dini. Dini mengangguk paham, seolah tahu bahwa kerinduanku sudah sangatlah membuncah, seperti seorang anak yang telah sekian tahun berpisah dari ayahnya, menghilang begitu saja tanpa kabar. bergegas aku berlari ke arah parkiran, kuhentakkan kakiku disamping motornya, persis seperti gaya astronot yang turun ke bumi, prok ! Pak Joko yang kaget, mau tak mau menoleh, dan dengan polosnya aku membalas tolehannya dengan senyum lebar, sambil mengucap salam, panjang, 
"Assalamu 'alaykum bapaakkk" mirip kayak suara kur satu kelas anak smp, padahal cuman aku seorang *smirk* 
"Wa 'alaykum salam, sek sek iki muridku ndisik" (Wa 'alaykum salam sebentar-sebentar ini muridku dulu)
"Coba tebakk"
"hmm... ssss... iki Putri tho?" (hmm... ssss... ini putri kan?)
"Njeh, ini Putri 1C, 2C, 3C" (Iya, ini putri 1C, 2C, 3C)
Seketika kami larut dalam obrolan ringan mulai dari edisi maaf-maaf an karena telah lama menghilang, hingga nostalgia jaman dahulu kala, senang rasanya meski sudah sekian tahun kami tidak pernah bertemu ataupun bertegur sapa, beliau masih ingat denganku, meski butuh beberapa menit beliau untuk mengingat-ingat. aku maklumi itu, sudah berapa ribu siswa lain yang datang sejak aku pergi, pasti banyak nama yang dikenang. Kulihat sosok beliau masih sama seperti dahulu, perbedaan yang nampak hanyalah beberapa helai rambut putih yang kini mulai nampak. Tapi masih sesegar dan sesemangat dahulu kala, bahagia rasanya. Sesekali aku melihat ke arah langit ketika kami mengobrol, ku amati awan nampaknya juga sedang berarak bahagia. yah bahagia. Tak banyak waktu memang, tak sepanjang yang diharapkan, karena beliau juga masih ada urusan, apalagi aku juga tak enak dengan Dini, meskipun dia berulang kali tersenyum mengisyaratkan bahwa ia tak apa.



0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...