September 7, 2012

Reuni [cerita dua]

Seperti biasa setiap pagi dalam kurun 3-4 kali dalam seminggu saya mengunjungi tempat ini, bisa dibilang seperti rumah saya pada jaman dahulu kala, itu berarti saya sedang pulang.. pulang untuk memberikan apa yang bisa saya berikan, meskipun tidak seberapa dengan apa yang selama ini penduduk rumah ini lakukan terhadap saya, bekal yang tak pernah bisa dilupakan, terlalu keji jika diacuhkan, bekal pendidikan.

Pandanganku teralihkan oleh sebuah mobil bewarna hijau tua yang parkir tak jauh dari tempatku duduk, terlihat di kursi belakang ada gadis kecil yang cantik, rambutnya dikucir dua. Kemudian sang pengemudi turun, sambil membawa tas kerja warna hitamnya. Mata saya seperti tidak bisa berkedip, Menatap sosok berbaju dinas itu. Nampak Ia membukakan pintu untuk gadis kecil itu, Gadis kecil yang cantik bisa mudah ditebak dari mana dia dapatkan paras cantiknya itu. Dia memakai dress sederhana se-usianya motif bunga-bunga. usianya mungkin sekitar 4 tahun, karena nampaknya ia sudah pandai berbicara terlihat dari caranya memanggil dan merengek pada sosok yang membukakan pintu untuknya tadi "Bapak, Bapak aku mau jajan, mau jajan coklat".


"Jadi benar-benar sudah selama inikah saya tidak bertemu dengan Anda?" Tanya saya dalam hati. Perlahan mereka berjalan ke arah kantor disambut beberapa guru piket yang berjaga diluar, Nampaknya ini bukan yang pertama kali gadis kecil itu berkunjung kesini, dia bak seorang putri ditengah hiruk pikuk tempat yang hangat ini. Nampaknya sosok yang diamati menyadari bahwa ada sepasang mata yang tak pernah bisa berkedip saat mereka pertama kali datang, Gadis kecil itu melambaikan tangan, manis sekali. Ayahnya dengan respect juga melempar senyum padaku, akupun juga hanya bisa tersenyum dan mengangguk. "tidakkah anda mengenali saya?" tanya hati yang ku kirim sembari mengangguk.

Nampaknya Ia telah mempunyai kisah sendiri, Kini Ia Raja bagi Ratu dan Putrinya. Tapi ada satu kisah yang mungkin agak sulit dilupakan oleh saya dan teman-teman saya, yakni tentang sosok fresh graduate yang bekerja dan mengajar salah satu mata pelajaran yang cukup berbobot di ujian akhir nasional. eaa frontal banget. yang kini menjadi Ayah gadis kecil yang cantik itu. Sebut saja Pak Hera, Guru Muda, Smart, Friendly ! bammm ! dan  yang jelas banyak banget fansnya, include me *eh. Dan beruntungnya saya, di tahun akhir di tempat itu, saya mendapatkan kelas yang diajar oleh Pak Hera. yuhuuu can you imagine how many jealous girl ? . wkwkwk xD

Masih sekitar umur 15-an, mungkin definisi jatuh cinta bagi kami hanyalah sekedar perasaan wah ganteng, dan oke I'm falling in love ! tidak peduli dia siapa, bagaimana latar belakang keluarganya, bagaimana nanti masa depannya, heiloo we are just fifteen ~ beruntung nget-ba-nget pernah ngerasain gimana semangat semangat belajar karena gurunya cakep, pernah ngerasain deg-deg an tidak jelas pas waktu gurunya ndeket terus nanya "gimana ada yang tidak paham?" rasanya itu kayak dicelup di kolam coklat, padahal engga bisa berenang, terus ada bunda bidadari yang ngubah kolam coklatnya jadi taman bunga, padahal alergi sama bulu kupu-kupu... ieyuhhh. alay. lay.

yaa yaa itu 6tahun lalu. :)

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...