April 3, 2013

Bunda Paiyem

"Yu, lek Paiyem gek senin ra enek (bhs Indo: Mbak, Tante Paiyem kemarin senin tiada /meninggal)"
Kata Mak'e saat menghampiri Ibu saya.
"Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un, Loh kug koe ra ngandani aku tho mak? (bhs Indo: Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un, Loh kug kamu engga ngasih tau saya tho mak?)"
Protes Ibu saya.
"Iyo, nyuwun ngapuro, aku bingung kudu ngandani sopo?(bhs Indo: Iya, mohon maaf, saya bingung harus memberitahu siapa?)"
Nampak raut wajah yang merasa bersalah..
Tentu Ibu saya cukup kecewa karena tidak mengetahui kabar apapun tentang Lek Paiyem yang sudah meninggal dunia. Pulang dari pengajian Ibu bercerita kepada Saya dan Bapak. Nampak pula raut berduka pada wajah Bapak, Saya yang tidak mengerti betul hanya bisa ikut tertunduk, lalu menulis ini:

Allah SWT, Engkau Maha Tahu segalanya.. Jagalah Bunda Paiyem, seperti layaknya dia pernah menjaga saya waktu kecil. Sebab kata Ibu dan Bapak, Beliau juga sempat mengasuh saya ketika masa kecil. Saya tak pernah tahu persis bagaimana rupa wajahnya, Lupa betul akan belaian tangannya yang halus, Tak bisa mengingat kembali semerekah apa senyumnya ketika beliau melihat saya dalam gendongannya.  Ya Allah...  Sayangilah Bunda Paiyem, Semoga kami dapat bertemu kembali di Surga-Mu, Saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya padanya..

Mencoba menahan air mata yang jatuh, Malu pada yang di Surga: Ia yang pernah mengasuh saya.
Surakarta,  3 April 2013

catatan:
Mak'e adalah panggilan akrab saya untuk salah satu sosok teman Ibu saya, yang juga pernah mengasuh saya dan kakak saya. Saya dan kakak saya memanggilnya Mak'e seperti anak-anak Mak'e memanggil Mak'e, dan Anak-anak Mak'e juga memanggil Ibu saya dan kakak saya dengan sebutan Ibu.

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...