April 5, 2013

Bercanda ... ~

/*Ini catatannya mbak Lulu kalo gag salah, heuheu... simak dah ~ */

Bagaimana sifat iri hati yang diperbolehkan??? sifat iri dikala melihat saudara kita melakukan kebaikan, dan kita termotifasi untuk melakukan kebaikan tersebut bahkan lebih, tentunya tanpa mempunyai keinginan untuk menandingi saudara kita tersebut, begitulah pendapat sebagian para ulama mengenai pendapatnya tentang sifat iri yang diperbolehkan..


Hemm...bukan tentang iri hati yg akan sedikit tak sharekan..tulisan diatas Cuma prolog...teringat keto’e dah lama g nulis, irimelihat teman2 yg banyak ngetag note di fb...jadi terinspirasi tidak mau kalah dalam hal kebaikan..tentang menulis tentunya (teringat cita2 ingin menulis sebuah buku dengan seseorang). Dan tulisan ini pun lahir dari melihat, membaca (baik yg di sengaja maupun tidak),memahami,menganalisa dst...banyak sekali bercanda yg tidak semestinya ...terutama oleh ****** di fb..(BUKAN U*S) insyaalloh...semoga...

Afwan njeh sebelumnya, kalo ada yg tersinggung...note ini ditujukan untuk ana pribadi dan bermaksud mengingatkan dalam rangka kebaikan.
“janganlah kamu banyak tertawa karena banyak tertawa itu bisa mematikan hati" (HR.tirmidzi,hadist hasan)
Apakah bercanda itu boleh??

Bagi seorang penuntut ilmu, pekerja yang ulet, pendakwah yang gigih dan pejuang yang militan, TIDAK BERARTI HARUS NIHIL DARI CANDA. Bahkan pada batas tertentu canda justru dibuthkan agar suasana lebih terasa hidup.. di sela2 kerja berat, canda bisa menghilangkan rasa penat, bisa mengusir rasa lelah, semangat yang kendor bisa mengingat pula dengan bercanda. ukhuwah yang kaku, dengan katanya bisa lebih cair...
tapi...
bagaimana bercandanya Rosululloh dan para salaf??
Jangan salah rosululloh juga suka bercanda, pasti antum semua pernah mendengar cerita candanya Rosululloh dengan seorang nenek2, Beliau juga sering bercanda dengan istri-istrinya...namun beliau tidak bercanda dengan cara dusta.

Para sahabat pernah bertanya kepada Rosululloh,”wahai Rosululloh,apakah engkau juga bercanda dengan kami?” beliau menjawab,”betul,HANYA SAJA AKU TIDAK BERKATA KECUALI YANG BENAR” (HR.tirmidzi)

Begitu pula candanya para salaf seperti halnya ibnu al-jauzi...dll. canda orang sholeh tidaklah sama dengan candanya para pelawak masa kini. Yang hanya bertujuan untuk menghibur tanpa memperhatikan kata-kata apa yang dikeluarkan sebagai bahan bercanda. Padahal sesuatu yang dosa tidak lantas berubah menjadi mubah dengan alasan bercanda..insyaalloh yang membaca note ini tidak termasuk didalamnya.amin... Wallohu’alam yang saya ketahui, seperti bercanda dengan dusta. Berbohong tetaplah dianggap berdosa meskipun hanya untuk bercanda..

Mungkin kalo bercandanya sesuatu hal yang lebih baik dari kenyataan yang ada.itu tidak masalah, semoga saja menjadi kenyataan..misal memuji teman atau yg lain..tapi kalo bercanda justru lebih jelek dari realita yang ada...bukankah itu membahayakan..siapa tahu saat bercanda tersebut alloh mengijabah sesuatu hal yg kita candakan..(itu Cuma pendapat..tanpa dalil ..)

Bahkan nabi pernah memberikan ancaman khusus tentang hal ini
“celakalah orang yang berbicara dusta dengan maksud agar orang-orang tertawa karenanya, celakalah ia..celakalah ia.." (HR.Abu dawud)

Betapa mudahnya syetan menggelincirkan hati kita, terlebih tatkala gurauan mencapai puncak semangatnya, atau lawan bicaranya meladeninya...kebiasaan ini sulit diubah kecuali jika masing2 tak segan untuk mengeremnya...dan mengucap istighfar...

Selagi canda yang kita lakukan mengandung manfaat, tidak melanggar syari’at, sesuai dengan orang dan moment yang tepat, juga dengan takaran yang proporsional, maka bercanda itu bisa mendatangkan kebaikan.

Sa’ada bin abi waqash berkata, ”iritlah dalam bercanda, karena terlalu banyak bercanda bisa menjatuhkan wibawa..."

Bismillah..sama-sama belajar mnjadi pribadi yang lebih baik..bisa melihat kondisi dan waktu yang tepat....adakalanya butuh bercanda, adakalnya juga serius..tapi juga santai...tentunya mari belajar bercanda sebagaimana bercandanya Rosululloh dan para salaf..apalagi seseorang yang menjadi sorotan banyak orang, maka dengan banyak bercanda yang diluar syarat2 diatas, akan mengurangi tepat sasaran terutama dalam dakwah... Kalaupun bercanda,,bercandalah dengan candaan kata-kata yang baik atau lebih baik dari realita yang ada...
Wallohu’alam

Yang menulis pun terkadang lupa...saling mengingatkan dalam kebaikan
.
Karena Kita Saudara.
. Yang masih proses dalam belajar

/*Dalam kesempatan kali ini, saya pemilik blog : Athiyah, mohon maaf juga atas segala tutur kata dan canda yang kurang berkenan di hati . Semoga bisa dimaafkan, aamiiin :')*/

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...