March 15, 2013

Mimpi Memanjakanku Malam Tadi

Malam benar-benar sudah pekat, tapi tubuh masih saja keras kepala untuk tidak mau berbaring. Akhirnya ia hanya melangkah ke arah gerbang depan. Tubuhnya terkena sorot lampu mobil yang berhenti di belakangnya, ia berbalik berusaha memandang siapa yang empunya mobil, namun terlalu silau. Sang pemilik mobil hanya sibuk membunyikan klakson memberikan pertanda untuk dibukakan gerbang. Ia pun bergegas untuk membukakan pintu gerbang, namun cepat ia sadari betapa linglung dan bodohnya bukan gerbang itu yang harusnya ia buka. Ada dua gerbang disana. Ia segera menuju ke arah gerbang yang lain, Sang pengemudi mengendarai mobilnya maju sedikit demi sedikit, nampaknya ia terburu-buru.

Bebepara temannya berteriak
memanggil namanya, ia mendengar tapi tak ingin menghiraukan yang ada dipikirannya bagaiamana cara membuka gerbang ini, "ah bodoh sekali, kenapa aku tak bisa membukanya? setauku caranya sudah benar tapi aneh sekali, kenapa gerbangnya tak terbuka seperti biasanya".. Makin jelas ditelinganya suara temannya masih berteriak memanggil namanya dari balkon, ia mengenali semua suara,..

Seorang mulai mendekat padanya, Berjalan melewatinya, kemudian berdiri diseberang sisinya. Ia heran karena Ia tak mendengar suara orang itu memanggilnya, Orang itu hanya datang seperti biasa tanpa kata. hanya tangannya yang cekatan, mulai bergerak, mencoba membuka gerbang sebagaimana mestinya. Matanya hanya sekali memandang wajah orang itu, selanjutnya tatapannya hanya pada tangan di seberang sana yang sibuk membuka gerbang, Di dalam pikirannya berkecamuk pertanyaan-pertanyaan "sampai kapan ia akan begini? menjadi orang yang datang begitu saja, selalu ada di saat tidak pernah terlintas dibenakku bahwa ia akan datang" Gerbang terbuka.. Mobil melaju, Pengemudi mobil meninggalkan mereka tanpa kata terimakasih.

Ia masih mematung, sibuk dengan pikiran-pikirannya, Seseorang yang membantunya juga masih berdiri di seberang sana. Entah apa yang dipikirkan keduanya, Sejenak kemudian kaki mereka memutuskan untuk melangkah menjauh dari gerbang, benar-benar tak ada satu katapun yang terucap. Tak ada yang saling bertanya, Bahkan juga tidak ada kata terimakasih.

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...