November 20, 2012

Kehadiran Allah SWT

Allah SWT hadir dengan cara yang tak terbatas. Kewajiban kita adalah selalu merasakan kehadiran-Nya dibalik segala peristiwa. Ada Allah SWT dibalik kesusahan, ada Allah SWT dibalik  kenikmatan, ada Allah SWT dibalik keberhasilan, ada Allah SWT dibalik kegagalan.


Dia hadir dalam keindahan lautan, dalam indahnya pegunungan, dalam badai yang menakutkan, maupun dalam gempa yang mengerikan. Dia selalu hadir, tergantung kita menyadarinya atau tidak.

Pada suatu hari hujan cukup lebat melanda sebuah daerah. Semua warga mengungsi menyelamatkan dirinya kecuali seorang Ustadz dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan menyelamatkan dirinya bila tetap tinggal di masjid, tak henti-hentinya dia memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, tak terasa banjir sudah menggenangi teras masjid.

Sebuah perahu hendak menyelamatkan dan mengevakuasi ustadz itu namun ustadz tersebut menolak : "Terima kasih saya akan tetap bertahan dimasjid ini. Saya percaya bahwa Allah SWT akan menolong saya"

Hujan semakin lebat, banjir semakin tinggi dan datanglah perahu kedua hendak menolong Ustadz namun beliau menolaknya lagi, "Terima kasih saya masih akan tetap bertahan dimasjid ini. Saya percaya bahwa Allah SWT akan menolong saya"

Hujan tak kunjung berhenti sehingga keadaan sudah sangat gawat dan datanglah perahu ketiga, Ustadz tersebut masih saja tak juga mau dievakuasi, "Allah pasti menolong saya, jadi saya akan tetap disini", ujarnya.

Hingga akhirnya banjir itu menenggelamkan masjid dan Ustadz yang masih di dalamnya tak dapat terselamatkan nyawanya. 

Dihadapan Allah, sang Ustadz protes kepada Allah. "Ya Allah, saya adalah hambaMu yang beriman kepadaMu yang selalu yakin akan pertonganMu tetapi Engkau kenapa tidak menyelamatkan aku dari banjir?" Kenapa Engkau membiarkan saya menderita Ya Allah?" Allah kemudian menjawab, "Bukankah AKU telah mengirimkan tiga perahu untuk menyelamatkan dirimu?"

Pesan kisah diatas bahwa hadirnya pertolongan Allah kepada diri kita seringkali kita tidak pahami. Kita sudah curhat, berkeluh kesah kepada Allah, kita merasa do'a kita tidak dikabulkan, masalah kita malah semakin berat seolah Allah tidak sayang kepada kita lagi. Padahal pertolongan Allah senantiasa hadir dengan cara yang tidak terbatas. Bisa jadi hadirnya pertolongan Allah itu dalam bentuk nasehat, tulisan, bantuan, guncangan, senyuman, sentilan, makian, tangisan, pujian atau dalam bentuk yang lain. Ketika kita sekarang sedang dirundung masalah, Apakah kita sudah cukup peka terhadap hadirnya pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang ada dihadapan kita? Ataukah justru kita mengabaikannya? Padahal pertolongan Allah itu sangat dekat, sebagaimana firman Allah.

"... Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat."
(QS. Al-Baqarah: 214)

Pada suatu hari hujan cukup lebat melanda kota. Semua warga mengungsi menyelamatkan dirinya kecuali seorang ustadz dengan penuh keyakinan Allah akan menyelamatkan dirinya bila tetap tinggal di masjid, disetiap detiknya dia memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sementara banjir sudah menggenangi teras masjid.

Sebuah perahu hendak menyelamatkan, mengevakuasi ustadz itu tetapi ditolaknya dan berkata, 'Terima kasih saya akan tetap bertahan dimasjid ini.'

Hujan semakin lebat, banjir semakin tinggi dan datanglah perahu kedua hendak menolong ustadz tetapi ditolak lagi, 'Terima kasih, saya percaya Allah akan tetap menolong saya.'

Hujan tak kunjung berhenti sehingga keadaan sudah sangat gawat tetapi datang perahu ketiga, ustadz tak juga mau dievakuasi, 'Allah pasti menolong saya, jadi saya akan tetap disini.' Akhirnya banjir itu menenggelamkan masjid dan ustadz tak lagi terselamatkan. Dihadapan Allah, sang ustadz protes kepada Allah. 'Ya Allah, saya adalah hambaMu yang beriman kepadaMu tetapi Engkau kenapa tidak menyelamatkan aku dari banjir?' Kenapa Engkau membiarkan saya menderita Ya Allah?' Allah kemudian menjawab, 'Bukankah AKU telah mengirimkan tiga perahu untuk menyelamatkan dirimu?'

Pesan kisah diatas bahwa hadirnya pertolongan Allah kepada diri kita seringkali kita tidak pahami. Kita sudah curhat, berkeluh kesah kepada Allah, kita merasa doa kita tidak dikabulkan, masalah kita malah semakin berat seolah Allah tidak sayang kepada kita lagi. Padahal pertolongan Allah senantiasa hadir dengan cara yang tidak terbatas. Bisa jadi hadirnya pertolongan Allah itu dalam bentuk nasehat, tulisan, bantuan, guncangan, senyuman, sentilan, makian, tangisan, pujian atau dalam bentuk yang lain. Ketika kita sekarang sedang dirundung masalah, Apakah kita sudah cukup peka terhadap hadirnya pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang ada dihadapan kita? Ataukah justru kita mengabaikannya? Padahal pertolongan Allah itu sangat dekat, sebagaimana firman Allah.

'Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat.' (QS. al-Baqarah: 214)

Read more: http://agussyafii.blogspot.com/2010/06/pertolongan-allah-sangat-dekat.html#ixzz2D3sZUNqSh perahu hendak menyelamatkan, mengevakuasi ustadz itu tetapi ditolaknya dan berkata, 'Terima kasih saya akan tetap bertahan dimasjid ini.'

Hujan semakin lebat, banjir semakin tinggi dan datanglah perahu kedua hendak menolong ustadz tetapi ditolak lagi, 'Terima kasih, saya percaya Allah akan tetap menolong saya.'

Hujan tak kunjung berhenti sehingga keadaan sudah sangat gawat tetapi datang perahu ketiga, ustadz tak juga mau dievakuasi, 'Allah pasti menolong saya, jadi saya akan tetap disini.' Akhirnya banjir itu menenggelamkan masjid dan ustadz tak lagi terselamatkan. Dihadapan Allah, sang ustadz protes kepada Allah. 'Ya Allah, saya adalah hambaMu yang beriman kepadaMu tetapi Engkau kenapa tidak menyelamatkan aku dari banjir?' Kenapa Engkau membiarkan saya menderita Ya Allah?' Allah kemudian menjawab, 'Bukankah AKU telah mengirimkan tiga perahu untuk menyelamatkan dirimu?'

Pesan kisah diatas bahwa hadirnya pertolongan Allah kepada diri kita seringkali kita tidak pahami. Kita sudah curhat, berkeluh kesah kepada Allah, kita merasa doa kita tidak dikabulkan, masalah kita malah semakin berat seolah Allah tidak sayang kepada kita lagi. Padahal pertolongan Allah senantiasa hadir dengan cara yang tidak terbatas. Bisa jadi hadirnya pertolongan Allah itu dalam bentuk nasehat, tulisan, bantuan, guncangan, senyuman, sentilan, makian, tangisan, pujian atau dalam bentuk yang lain. Ketika kita sekarang sedang dirundung masalah, Apakah kita sudah cukup peka terhadap hadirnya pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang ada dihadapan kita? Ataukah justru kita mengabaikannya? Padahal pertolongan Allah itu sangat dekat, sebagaimana firman Allah.

'Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat.' (QS. al-Baqarah: 214)

Read more: http://agussyafii.blogspot.com/2010/06/pertolongan-allah-sangat-dekat.html#ixzz2D3sZUNqS

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...