October 26, 2012

"mencintai anda bukanlah sesuatu yang mudah"

#dear bestfriend, may be you wanna read this (^o^v):

Lelah ketika dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihat anda.


Lelah untuk terus lelah,.

Hanya mengadu pada Sang Penguasa Hati di penghujung malam yang lebih saya pilih..

Diam menunggu Sang Penguasa Waktu memberi sebuah moment.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya "apakah saya cukup pantas?"
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.

Namun dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah.
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir.

Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,
lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir yang lebih logis.

Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.

Apakah mencintai anda akan membuat saya bodoh? Tentu tidak hanya itu faktornya.
Namun itu pula yang saya rasakan selama hampir lebih dari sepekan.

Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini,
ada rasa syukur atas berkat dari Sang Penguasa Hidup atas apa yang saya alami.

Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai anda.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal.
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "saya mencintai anda"
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan "saya baik – baik saja"
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.

Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai anda melalui do'a menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui do'a, dalam tradisi agama yang saya anut, akan menjadi lebih bermakna,
Dalam do'a, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Penguasa Cinta..

Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak karuan.
Bahwa saya juga bukan manusia super.
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari.
Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat.
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai.
Bahwa saya bersedia menanggung rasa galau yang luar biasa.
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar.
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup.

Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,
Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.
Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin.
Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan
Dimana saya tidak berani untuk mengatakan
"saya mencintai anda, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya, untuk kita berdua selamanya"

Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,
Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingat anda.
Semoga saya bisa.

maafkanlah saya yang telah mencintai anda,.
Dan hingga detik ini, saya masih mencintai anda.
Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam.
Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintai anda.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan kegalauan.
Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat sangat.

dari seseorang yang mencintai anda dalam diam,.

*diambil dari kisah renungan inspiratif dengan sedikit editan dari saya ^.^v. we can do it sister :)

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...