April 17, 2012

semoga tidak terlena

Entah kenapa saya menulis ini.. 
Hmm.. mendadak mata saya seperti menahan bendungan air mata yang enggan untuk mengalir ketika menyadari bahwa sepenuhnya adalah seorang anak perempuan.

Seorang anak perempuan yang dari kecil dididik untuk tidak keluar sendiri tanpa mahrom kala maghrib tiba; bahkan hingga dunia kampus menyapa peraturan itu masih berlaku; "pulangnya jangan maghrib-maghrib ya naak" pesan mami selalu. Seorang anak perempuan yang dididik untuk tidak bergaul bebas.Sejak TK sang orang tua selalu berusaha menempatkannya pada sekolah yang mempunyai budaya islami meski sekolah tak selalu berlabel nama islami.
Sebuah sekolah dimana sang orang tua bisa tahu betul bagaimana pergaulan anaknya: tidak bebas, tidak penuh gengsi dan hedonisme.

Bersyukur pada Allah, Alhamdulillahi robbil 'aalamiin..
Sepertinya Allah SWT mendengar kegelisahan dan do'a sang orang tua, bahkan hingga di perguruan tinggi.. Allah menjaga sang anak perempuan dan menempatkannya pada sebuah lingkungan yang mendapat julukan: pesantrennya kampus. Dan perlu diketahui kampus ini tidak berlabel nama islami, semua ragam budaya, gaya hidup ada disini, mahasiswa dari berbagai daerah nusantara hampir semua ada disini bahkan hingga mahasiswa yang berasal dari luar Indonesia.

Pesantrennya kampus. Subhanallah Alhamdulillah Allahu Akbar luar biasa memang, atmosfirnya yang begitu mengena. Semoga tidak membuat saya terlena.

yah, saya anak perempuan biasa yang mencoba menjadi anak yang taat bagi kedua orang tua saya. :')

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...