June 12, 2010

kalian cetak bangsa kami jadi pengemis

kalian cetak bangsa kami jadi pengemis
lalu paksa kami masuk masa penjajahan baru
kata si Toni
(karya taufik ismail)

kami generasi yang sangat kurang percaya diri
gara-gara pewarisan nilai, sangat dipaksa-tekankan
kaian bersengaja menjerumuskan kami-kami
sejak lahir sampai dewasa ini

jadi sangat tebegantung pada budaya
meminjam uang ke mancanegara
sudah satu keturunan jangka waktunya
hutang selalu dibayar dengan hutang baru pula
lubang itu digali lubang itu juga ditimbuni
lubang itu, alamak, kok makin besar jadi
kalian paksa-tekankan budaya berhutang ini
sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi
karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia
kta gadaikan sikap bersahaja kita
karena malu dianggap bangsa miskin tak berharta
kita pnjam uanga mereka membeli benda mereka
harta kita mahal tak terkira, harga diri kita
digantung di etaase kantor pegadaian dunia
menekuk terbungkuk kita berikan kepala kita bersama
kepada Amerika, Jepang, Eropa, Australia
mereka negara multi-kolonialis denagn elegansi ekonomi
dan ramai-ramailah mereka psta kenduri
sambil kepala kita dmakan begini
kita diajarinya pula ilmu tata negara & ilmu budipekerti
dalam upacara masuk masa penjajahan lagi
penjajahnya banyak gerakannya penuh harmoni
mereka mengrkah kepala kita bersama-sama
menggigit mengunyah teratur berirama

sedih, sedih tak terasa jadi bangsa merdeka lagi
dicengkeram kuku negara multi-kolonialis ini
bagai ikan kekurangan air dan zat asam
beratus juta kita menggelepar menggelinjang
kita terperangkapterjaring di jala raksasa hutang
kita menjebakkan diri dalam krangkeng budaya
meminjam kepeng ke mancanegara
dari membuat peniti sepanjang dua senti
sampai membangun kilang gas bumi
dibenarkan serangkaian teori penuh sofistifikasi
kalian memberi contoh hidup boros berasas gengsi
dan fanatisme mengimpor barang luar negeri
gaya hidup imitasi, hedonistis, materialistis
kalan cetak kami jadi bangsa pengemis
ketika menadahkan tangan serasa menjual jiwa
tertancap dalam berbekas, selepas tiga dasawarsa
jadilah kami generasi yang sangat kurang rasa percaya
pada kekuatan sendiri dan kayanya sumber alami
kalianlah yang membuat kami jadi begini
sepatutnya kami giring ke lapangan sepi
lalu tiga puluh ribu kali, kami cambuk dengan puisi ini


1998 - Taufik Ismail

Ditulis kembali oleh anak yang kedua  23 Januari 2010 jam 13:47

0 komentar:

Post a Comment

jangan lupa ninggalin jejak ya ^.^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...